Rental Mobil di Jogja 2017 | Gereja Ganjuran Bantul – Candi dan Gereja Yang Menyatu Dalam Arsitektural Jawa

Posted on

Gereja ganjuran terletak di Ganjuran, Bantul, 20 km selatan Yogyakarta merupakan salah satu tempat ziarah rohani ummat Katolik, yang memiliki latar belakang budaya dan sejarah yang unik yaitu pada sejarah budaya, model candi bergaya Hindu Jawa, gabungan Mataram Kuno dan Majapahit, dengan patung Hati Kudus bercorak Jawa (Kristus Raja). Dalam perkembangannya, kompleks gereja ini disempurnakan dengan pembangunan candi yang dinamai Candi Hati Kudus Yesus pada tahun 1927. Candi dengan teras berhias relief bunga teratai dan patung Kristus dengan pakaian Jawa itu kemudian menjadi pilihan lain tempat melaksanakan misa dan ziarah, selain di dalam gereja, yang menawarkan kedekatan dengan budaya Jawa.

Bangunan gereja ganjuran bantul ini dirancang dengan perpaduan gaya Eropa, Hindu dan Jawa. Gaya Eropa dapat ditemui pada bentuk bangunan berupa salib bila dilihat dari udara, sementara gaya Jawa bisa dilihat pada atap yang berbentuk tajug, bisa digunakan sebagai atap tempat ibadah. Atap itu disokong oleh empat tiang kayu jati, melambangkan empat penulis Injil, yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Jika ingin berziarah, bisa menuju tempat pengambilan air suci yang berada di sebelah kiri candi. Dilanjutkan duduk bersimpuh di depan candi dan memanjatkan doa permohonan. Prosesi ibadah diakhiri dengan masuk ke dalam candi dan memanjatkan doa di depan patung Kristus. Beberapa peziarah sering mengambil air suci dan memasukkannya dalam botol, kemudian membawa pulang air itu setelah didoakan.

Bila ingin mengikuti misa dalam bahasa Jawa dan nyanyian lagu yang diiringi gamelan, bisa datang ke gereja ganjuran ini setiap hari kamis hingga Minggu pukul 5.30, setiap malam Jumat pertama, setiap malam Natal dan setiap Sabtu Sore pukul 17.00. Misa dalam bahasa Jawa itu digelar di pelataran candi, kecuali misa harian setiap pukul 5.30 yang diadakan di dalam gereja.

Selain itu, Candi Hati Kudus Tuhan Yesus juga menjadi tempat bagi penyembuhan sejumlah penyakit. Ada sejumlah kesaksian para Peziarah di Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, terkait dengan penyembuhan penyakit yang sudah lama diderita. Mukjizat penyembuhan ini terjadi setelah yang bersangkutan mandi dan minum air candi, yang dikenal dengan nama Tirta Perwitasari. Air ini berasal dari bawah candi dengan debet yang cukup besar, yaitu 30 ribu liter per menit. Saat ini, dibuka 9 kran air di Candi Hati Kudus Tuhan Yesus.

Ingin menikmati wisata ziarah Katolik yang kaya akan nuansa sejarah dan budaya Jawa kuno? Ingin menikmati air Tirta Perwitasari, yang dihasilkan dari bawah candi Hati Kudus Tuhan Yesus? Jangan sungkan untuk berkunjung kesini, cukup dengan Rp. 5000,- sirahan rohani anda dapatkan!

Comments

comments