Wisata Kuliner Jogja | Mangut Lele Mbah Marto, Rasane Nggawe “Manggut- Manggut”

Posted on

Jogja bisa dikatakan sebagai gudangnya kuliner ala pedesaan. Selain rasanya yang khas masakan desa, cara memasaknya masih sangat tradisional dan juga tempatnya yang kebanyakan jauh dari pusat kota. Misalnya saja Mangut Lele Mbah Marto Nggeneng, bagi para pecinta kuliner, rasanya nama itu sudah tidak asing lagi di telinga. Warung Mangut Lele Mbah Marto terletak di Dusun Nggeneng, Panggungharjo, Sewon, Bantul yang berjarak kurang lebih tujuh kilometer arah selatan dari kota Yogyakarta. Lokasi tepatnya berada di belakang kampus Institut Seni Indonesia (ISI).

Di sini kita tidak akan bertemu dengan pelayan atau pegawai yang akan melayani kita, seperti yang biasa kita jumpai pada warung atau rumah makan pada umumnya. Semua dilakukan sendiri, kita bebas mengambil nasi dan sayur sepuasnya. Sedangkan untuk menikmati makanannya, bisa di dalam rumah, teras samping, teras depan atau di dalam pawon, tinggal dipilih saja. Kalau pun ingin menambah lauk, kita juga bisa mengambilnya sendiri. Untuk minumannya ada teh hangat atau teh panas, bisa mengambil sendiri atau minta diantarkan.

Nah, Mangut Lele Mbah Marto ini  terletak pada bahan yang digunakan dan cara pengolahannya. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Mangut Lele,  segar dan didapatkan di wilayah sekitar Yogyakarta saja. Lele yang dimasak harus yang sudah cukup umur, sehingga dapat dinikmati dagingnya.  Berbeda dengan mangut lele pada umumnya, ikan lele dalam masakan Mangut Lele Mbah Marto diasap, bukan digoreng. Tujuannya supaya lele lebih tahan lama dan tidak cepat tengik. Sementara itu, bumbu  yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai merah, jahe, dan kemiri diulek dengan tangan pada cobek. Cobek yang digunakan pun khusus, terbuat dari batu kali. Yang khas di lidah adalah rasanya pedasnya, karena pedas yang disajikan benar- benar bikin manggut manggut! Cukup membayar Rp. 15.000,00 untuk seporsi mangut lele di warung Mbah Marto.

Harga minuman di sana juga murah sekali. Dengan hanya Rp. 1.500,00, kita bisa memilih segelas es teh atau es jeruk untuk menyegarkan mulut setelah bertempur habis dengan lezatnya mangut lele. Sebagai bonus santap siang kita di sana, suasana kekeluargaan khas kampung sangat bisa kita dapatkan  dengan akrab bercengkerama atau bahkan bercanda bersama  dengan Mbah Marto, sang penjual mangut lele. Sayangnya, Mangut Lele Mbah Marto ini hanya buka sejak pukul 11.00 – 16.00 itu saja bejo bejonan ( untung –untungan ). Jadi, datanglah secepat mungkin kalau tidak mau kehilangan cita rasa Mangut Lele yang bikin manggut manggut ini.

Comments

comments